Dulu, setiap kali saya berpikir untuk membuat website atau blog, hal pertama yang terlintas di kepala pasti akhiran .com. Rasanya seperti standar emas di internet. Tapi, belakangan ini, pandangan saya berubah total. Kalau kamu perhatikan, makin banyak situs keren, startup raksasa, hingga instansi pemerintah yang menggunakan akhiran .id.
Sebenarnya, apa sih domain .id itu? Dan kenapa, sebagai orang Indonesia, kita harus merasa bangga menggunakannya? Mari saya jelaskan dari sudut pandang saya.
Identitas Digital Kita
Secara teknis, .id adalah Country Code Top-Level Domain (ccTLD) khusus untuk negara Indonesia. Kalau di dunia nyata kita punya kode plat nomor kendaraan atau kode telepon +62, nah di dunia maya, .id adalah "bendera" kita.
Saat saya melihat sebuah alamat web berakhiran .id, saya langsung tahu: "Ah, ini punya Indonesia." Ada rasa kepemilikan dan identitas yang kuat di sana. Ini bukan sekadar alamat server, tapi pernyataan bahwa "Saya ada di Indonesia, dan saya bangga."
Kenapa Saya Bangga Menggunakan .id?
Awalnya saya kira ini cuma soal nasionalisme semata. Tapi setelah saya pelajari lebih dalam, ternyata ada alasan logis dan teknis yang bikin domain ini sangat "seksi" dan patut dibanggakan.
1. Lebih Terpercaya dan Aman Ini alasan favorit saya. Berbeda dengan domain .com yang bisa dibeli siapa saja tanpa syarat ketat, beberapa varian domain .id (seperti .co.id untuk perusahaan atau .go.id untuk pemerintah) membutuhkan verifikasi dokumen resmi seperti KTP, SIUP, atau legalitas hukum lainnya.
Artinya? Kalau saya belanja di toko online yang memakai domain .co.id, saya merasa jauh lebih aman. Kemungkinan itu toko tipu-tipu jauh lebih kecil dibanding toko yang memakai domain gratisan atau domain umum yang tanpa verifikasi. Domain .id menaikkan level kredibilitas pemiliknya secara instan.
2. "Anak Emas" Google di Indonesia Sebagai seseorang yang peduli tentang apakah tulisan saya dibaca orang atau tidak, saya belajar soal SEO (Search Engine Optimization). Ternyata, Google itu pintar. Jika ada orang di Indonesia mencari kata kunci tertentu, Google akan memprioritaskan hasil pencarian dari situs yang relevan dengan lokasi si pencari.
Dengan memakai .id, saya secara otomatis memberi sinyal ke Google: "Halo, konten saya ini relevan lho untuk orang Indonesia!" Hasilnya? Potensi ranking di halaman pertama pencarian lokal jadi lebih besar.
3. Akses Lebih Cepat Secara infrastruktur, server atau penyangga domain .id (DNS) umumnya berada di Indonesia. Ini membuat akses website terasa lebih ngebut saat dibuka oleh pengguna internet di dalam negeri karena jalur datanya lebih pendek. Siapa sih yang suka menunggu loading lama?
4. Nama Keren Masih Banyak Tersedia Coba deh cari namamu di .com, pasti sudah diambil orang lain atau harganya selangit karena dijual oleh spekulan. Di .id, peluang untuk mendapatkan nama website yang pendek, cantik, dan sesuai nama asli kita (misalnya: namasaya.id) masih terbuka lebar. Rasanya lebih eksklusif dan personal.
Kesimpulan: Lebih dari Sekadar Alamat
Bagi saya, beralih atau memulai dengan domain .id bukan cuma soal ikut-ikutan tren. Ini adalah tentang membangun kepercayaan, memaksimalkan potensi digital di negeri sendiri, dan tentu saja, menunjukkan warna kita di kancah internet global.
Domain .id dikelola oleh PANDI (Pengelola Nama Domain Internet Indonesia), yang artinya kedaulatan data dan pengelolaannya ada di tangan anak bangsa sendiri.
Jadi, kalau kamu berencana membuat website—entah itu portofolio pribadi, toko online, atau blog curhat—kenapa harus cari yang jauh-jauh kalau yang di depan mata (dan punya sendiri) justru lebih menguntungkan? Saya sudah bangga pakai .id, giliran kamu kapan?

Posting Komentar