Realita Dosen Akhir Semester: Bukan Cuma Nilai dan Liburan

Halo sahabat semua! Kalau kamu mendengar kata "akhir semester", apa yang pertama kali terlintas di pikiran kamu? Liburan panjang? Jalan-jalan? Atau sekadar rebahan tanpa beban?

Jujur saja, dulu sebelum terjun ke dunia pendidikan, saya juga berpikir begitu. Saya membayangkan dosen itu enak banget; setelah ujian selesai, tinggal kasih nilai, lalu "menghilang" sampai semester depan mulai.

Tapi sekarang, setelah menjalani hari-hari sebagai seorang dosen non-PNS, pandangan itu berubah 180 derajat. Ternyata, akhir semester adalah puncak dari segala "gunung es" pekerjaan kami. Izinkan saya berbagi sedikit sisi lain yang mungkin jarang kamu tahu dari pengalaman pribadi saya.

1. Maraton Koreksi yang Menguras Konsentrasi

Mungkin kamu pikir mengoreksi itu mudah. Tinggal baca, kasih angka, selesai. Tapi bayangkan kalau saya harus mengoreksi jawaban dari 5-6 kelas yang masing-masing isinya 40-50 mahasiswa. Itu artinya ada sekitar 250-300 lembar jawaban yang harus dibaca satu per satu.

Bukan cuma soal angka, saya juga harus memastikan penilaiannya adil. Apalagi kalau ada jawaban mahasiswa yang "ajaib" atau tulisan tangannya butuh kemampuan ekstra untuk membacanya. Ini bukan sekadar tugas, tapi tanggung jawab moral saya kepada kamu agar nilai yang keluar benar-benar objektif.

2. Berjuang dengan Sistem Input Nilai

Setelah nilai fisik ada di tangan, perjuangan belum usai. Saya harus meng-input satu per satu ke sistem informasi akademik kampus. Kedengarannya sepele, ya?

Masalahnya, di akhir semester, ribuan dosen se-kampus mengakses sistem yang sama di waktu yang bersamaan. Hasilnya? Server lemot, loading abadi, atau tiba-tiba error saat sudah setengah jalan menginput. Di sinilah kesabaran saya benar-benar diuji. Terkadang, saya harus terjaga di jam-jam yang tidak biasa hanya demi mendapatkan akses sistem yang lebih lancar.

3. Tantangan Laporan BKD (Beban Kerja Dosen)

Nah, ini adalah bagian yang cukup menyita waktu di setiap akhir semester. Sebagai pendidik, kami punya laporan yang namanya BKD. Ini adalah laporan pertanggungjawaban atas apa saja yang sudah saya lakukan selama satu semester penuh.

Isinya bukan cuma soal mengajar, lho. Saya harus melampirkan bukti fisik seperti:

  • Absensi mengajar dan berita acara perkuliahan.

  • Laporan penelitian yang sudah dipublikasikan.

  • Bukti kegiatan pengabdian masyarakat (seperti penyuluhan atau pelatihan).

  • Hingga sertifikat seminar, workshop, atau kepanitiaan.

Semua dokumen ini harus dipindai (scan) dan diunggah ke sistem. Kalau ada satu saja bukti yang terselip, laporan saya bisa dianggap tidak lengkap.

4. Menyiapkan "Bensin" untuk Semester Depan

Banyak yang mengira saat mahasiswa libur, dosen pun benar-benar bebas tugas. Nyatanya, di sela-sela mengurus administrasi akhir semester, saya sudah harus curi-curi waktu untuk menyiapkan semester berikutnya.

Saya harus menyusun kembali RPS (Rencana Pembelajaran Semester), memperbarui materi presentasi agar tetap relevan dengan tren terbaru, hingga mencari referensi buku atau jurnal baru. Tujuannya supaya saat nanti kamu masuk kelas lagi, materi yang saya bawakan bukan "barang lama" yang sudah kedaluwarsa. Persiapan ini penting agar kualitas belajar kamu tetap terjaga.

5. Mengapa Ini Penting bagi Dosen Non-PNS?

Mungkin kamu bertanya, kenapa harus seribet itu? Bagi kami yang berstatus non-PNS, laporan-laporan administrasi ini adalah indikator kinerja utama.

Di tengah kesibukan mengajar, saya juga harus tetap mengejar target publikasi ilmiah agar jenjang karir (jabatan fungsional) bisa terus berkembang. Administrasi yang rapi adalah kunci agar proses birokrasi dan kontrak kerja kami tetap berjalan lancar. Jadi, ketelitian di akhir semester ini adalah bentuk profesionalisme yang harus saya jaga.

Penutup: Sedikit Pengertian dari Kamu

Jadi, kalau di akhir semester kamu melihat dosen kamu terlihat sedikit lebih lelah dari biasanya, atau balasan pesanmu agak lambat, tolong dimaklumi ya. Di balik layar, kami sedang bergelut dengan tumpukan dokumen dan persiapan matang demi memastikan proses akademik kamu berjalan mulus di semester depan.

Pekerjaan dosen itu memang bukan cuma soal berdiri di depan kelas dan bicara. Ada tanggung jawab administratif yang cukup besar yang harus kami tuntaskan.

Bagaimana menurut kamu? Apakah kamu baru tahu kalau rutinitas dosen di akhir semester cukup padat? Yuk, ceritakan pendapat kamu di kolom komentar!

Author

Praktisi dan Akademisi Teknik Informatika. Business and Technology enthusiast.

Posting Komentar